Acim, Subhan Abdullah and Yaqinah, Siti Nurul (2019) Nilai kearifan lokal pada implementasi komunikasi antarbudaya dalam tradisi perang topat di Lingsar Lombok Barat. Lentera, 8 (2). pp. 95-116. ISSN ISSN 2549-7391; e-ISSN: 2549-578X

[img] Text (Artikel)
Nilai kearifan lokal pada implementasi komunikasi antarbudaya dalam tradisi perang topat di Lingsar, Lombok Barat.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (241kB)
[img] Text (Peer Review)
Nilai kearifan lokal pada implementasi komunikasi antarbudaya dalam tradisi perang topat di Lingsar Lombok Barat.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (364kB)

Abstract

INGGRIS The tradition of Topat War is one of Lombok's very valuable cultural assets that is held annually. Not only that this tradition have deep meaning to people in Lombok, it is also Topat Warevidence of the Lombok people's spirit to the preserve their culture.. Therefore, the purpose of this study is to investigate the process of implementing the values of local wisdom in the tradition of Topat War in Lingsar and the implementation of intercultural communication in the tradition of Topat War. In this study, a descriptive-qualitative method is applied to analyze data obtained through interviews, observations and documentation.. Findings reveal that the process of implementing the values of local wisdom in the Topat War tradition is carried out in several stages which include preparation, preliminary ceremonies and the peak of the Topat War event which coincides with the Sasak Calendar, where activities begin in the morning, ending with the Beteteh ceremony which is the closing of the whole series of events. The values of local wisdom contained in the Topat War tradition, including the value of togetherness, the value of tolerance and religious values. The implementation of intercultural communication in the Topat War tradition is done through group communication both verbally and nonverbally. Forms of verbal communication are manifested in the form of deliberation and interpersonal communication while non-verbal communication is manifested in forms such as dance, performance, prayer and throwing each other topats. This intercultural communication serves as a binding mechanism among all parties involved in the Topat War tradition. INDONESIA Tradisi perang topat merupakan salah satu kekayaan kultural masyarakat Lombok yang sangat berharga. Pelaksanaan perang topat bukan sekadar upacara biasa tetapi selain mempunyai makna yang dalam juga merupakan bukti kepatuhan masyarakat Lombok terhadap pelestarian budaya leluhur. Tradisi ini masih dilaksanakan setiap tahunnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan nilai kearifan lokal dalam tradisi perang topat di Lingsar dan implementasi komunikasi antarbudaya dalam tradisi perang topat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi serta menelaah dokumen-dokumen yang ada relevansinya dengan masalah yang diteliti. Analisisi yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses pelaksanaan nila-nilai kearifan lokal dalam tradisi Perang Topat dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi persiapan, upacara pendahuluan dan puncak acara Perang Topat yaitu bertepatan sasih kepituk penanggalan Sasak, di mana kegiatan dimulai sejak pagi hari, yang berakhir dengan upacara Beteteh yang merupakan penutup dari seluruh rangkaian acara. Nilai-nilai kearifan local yang terkandung dalam tradisi perang topat, diantaranya: Nilai kebersamaan, nilai toleransi dan nilai Religius. Implementasi komunikasi antarbudaya dalam tradisi Perang Topat dilakukan melalui komunikasi kelompok baik secara verbal maupun non verbal. Bentuk komunikasi verbal diwujudkan dalam bentukmusyawarah dan komunikasi interpersonal sedangkan komunikasi non verbal diwujudkan dalam bentuk seperti tarian, pertunjukan, doa dan saling melempar topat. Komunikasi antarbudaya ini berperan sebagai mekanisme yang mengikat di antara semua pihak yang terlibat dalam tradisi Perang Topat.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: implementasi; komunikasi antarbudaya; nilai kearifan local; perang topat
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200105 Organisational, Interpersonal and Intercultural Communication
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200207 Sasak, Samawa, or Mbojo Cultural Studies
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: mrs Nuraeni S.IPi
Date Deposited: 27 Feb 2022 07:51
Last Modified: 12 Apr 2022 13:07
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/1033

Actions (login required)

View Item View Item