Abdullah, Abdullah (2020) Menguggat tradisi talak muslim Lombok upaya mengawal hak hak perempuan. Jurnal Penelitian Keislaman, 16 (2). pp. 155-165. ISSN P-ISSN 1829-6491, E-ISSN 2580-9652

[img] Text (Artikel Jurnal)
Menggugat Tradisi Talak Muslim Lombok.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (408kB)

Abstract

INDONESIA Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengkaji tradisi talak yang berkembangpada masyarakat muslim LombokKecamatan Gunungsari, fokus masalah dalam penelitian ini adalahpemenuhan hak seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal terhadap wanita yang diceraikan dan masih menunggu masa iddah. Karena pertemuan hukum Islam dengan adat lokal masyarakat menyebabkan warna hukum yang hidup bervariasi, tarik ulur kekuatan itupun berlangsung hingga kini, di Kecamatan Gunungsarimisalnya perceraian secara otomatis memutuskan semua hak-dan tanggung jawab sejak diucapkannya lafaz talak oleh suami, padahal sejatinya perpisahan pasangan dengan talak dalam hukum Islam, tidak secara otomatis menghilangkan hak dan kewajiban suami dan istri. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Penelitian ini menemukan beberapa tradisi talak muslim lombok.Pertama, pelaporan pihak laki-laki ke tokoh agama dan tokoh masyrakat tentang telah terjadinya perceraian. Kedua, pecelekan(Pengembalian mempelai perempuan kerumah orang tuanya).Ketiga,meniadakan kewajiban suami (menggugurkan hak istri) dalam nafkah tempat tinggal pakaian dan makanan. Dari tradisi tersebut terdapat tradisi yangperlu pertahankan karena banyak mendatangkan kemaslahatan, sedangkan tradisi yang lain harus dihilangkan karena bertententangan dengan Al-qur’an dan merugikan perempuan. ENGLISH The purpose of this study was to examine the talak tradition that developed in the Lombok Muslim community in Gunungsari Subdistrict, the focus of the problem in this study was the fulfillment of rights. Because the meeting of Islamic law with the local custom of the community causes the color of the living law to vary. In this study, researchers used a qualitative approach to data collection using observation and interview methods. This research found several Muslim chili talak traditions. First, reporting men to religious and community leaders about the divorce. Second, pecelekan (Returning the bride to her parents' house). Third, nullifying the husband's obligation (aborting the rights of the wife) in living expenses for clothing and food. From these traditions, there are traditions that need to be maintained because many bring benefit, while other traditions must be eliminated because they conflict with the Qur'an and are detrimental to women

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: talak; tradisi; hukum islam
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq & Khulu' (Divorce)
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200205 Culture, Gender, Sexuality
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200207 Sasak, Samawa, or Mbojo Cultural Studies
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Syahrul Gunawan Adita, S.E
Date Deposited: 21 Mar 2022 08:21
Last Modified: 21 Mar 2022 08:21
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/1106

Actions (login required)

View Item View Item