Jumarim, Jumarim (2022) Perpsektif ulama perempuan sasak terhadap relasi gender dalam perkawinan sasak. Fondatia (Jurnal Pendidikan Dasar), 06 (01). pp. 1-20. ISSN 2656-5390

[img] Text
Perpsektif Ulama Perempuan Sasak terhadap Relasi Gender dalam Perkawinan Sasak.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (445kB)
[img] Text (Peer Review)
Perspektif P1.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (344kB)

Abstract

INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi bentuk relasi gender dalam praktek perkawinan Sasak dan mendeskripsikan dan memetakan persepsi ulama perempuan tentang relasi gender yang setara dan adil. Subjek penelitian ini adalah ulama perempuan Sasak yang memiliki keahlian dalam bidang ilmu agama, memiliki peran sosial, dan menjadi pengurus atau pimpinan organisasi kemayarakatan (ORMAS) Islam. Sumber data utama dalam penelitian adalah persepsi ulama perempuan Sasak yang bersifat lisan, tulisan maupun tindakan, baik yang sudah terdokumentasikan oleh dirinya atau pihak lain maupun yang belum yang kemudian dilakukan pengambilan kesimpulan dengan teknik induktif-deduktif. Hasil penelitian menunjukkan peran gender yang tidak setara, mulai dari merarik, besejati lan selabaran, pisuke, akad nikah (ijab-qabul, saksi, mahar, khutbah nikah), penghulu, akte nikah dan sorongserah-ajikrame. Sekalipun ulama perempuan Sasak memahami bahwa secara teori keadilan gender, maka sungguh banyak posisi perempuan sebagai pihak yang tidak disetarakan dengan laki-laki dalam hal adat perkawinan Sasak dan Hukum Perkawinan Islam. Namun, bagi mereka, baik yang tidak pernah menjalankan adat perkawinan Sasak maupun yang sudah menjalaninya berpandandangan bahwa hal yang harus dicapai oleh pernikahan itu adalah tujuannya, yakni menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah yang akan dirasakan oleh yang melangsungkan pernikahan yaitu suami dan istri, keluargabesarnya dan tentu saja adalah anak keturunannya. Rumah tangga yang dibentuk melalui institusi pernikahan (baik pakai adat maupun fiqh dan hukum Islam) akan menjadi lembaga pendidikan yang terus menerus berusaha memberikan pemahaman, pengetahuan, pengalamana dan keterampilan yang akan mendewasakan para pengelolanya (suami dan istri) sekaligus keturunannya sebagai anak didik.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: ulama perempuan sasak; gender; perkawinan
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200201 Indonesian Cultural Studies
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200205 Culture, Gender, Sexuality
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200207 Sasak, Samawa, or Mbojo Cultural Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Ilmu Falaq
Depositing User: Raden . Jie
Date Deposited: 24 Mar 2022 06:49
Last Modified: 26 Apr 2022 05:56
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/1176

Actions (login required)

View Item View Item