Hamim, Khairul (2020) Risalah syafaat. Sanabil, Mataram. ISBN 978-623-7881-48-3

[img] Text (Buku)
risalah syafaat.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)
[img] Text (Peer Review Penulis)
Risalah Syafaat.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (505kB)

Abstract

INDONESIA Ide penulisan buku ini bermula dari kegelisahan penulis yang sering mendengar kata syafaat diucapkan oleh banyakkalangan, terutama oleh para tokohagama (baca:Islam) seperti para tuan guru, kiyai, dan asatiz bahkan juga oleh masyarakat awam pada umumnya. Kata syafaat tersebut seringkali disampaikan pada momen-momen penting acara keagamaan baik yang bersifat formal maupun non formal. Penyebutan kata syafaat tersebut membangkitkan keinginan penulis untuk ingin tau lebih lanjut, apa sih sesungguhnya makna syafaat itu? Apa benar syafaat itu ada?, kalo ada, kapan syafaat akan diterima, siapa yang akan mendapat syafaat, dan siapa juga yang akan memberi syafaat? Sederet pertanyaan tersebut menyeruak ke dalam fikiran penulis untuk segera dicari jawabannya sehingga persoalan tentang syafaat dapat diketahui secara lengkap dan mendetail. Benar bahwa dalam al Qur'an banyak ayat yang menyebutkan kata syafaat dalam banyak varian bentuk kata dan derivasinya. Informasi tentang syafaat harus dicari terlebih dahulu dari Al-Quran dan hadis karena keduanya merupakan sumber yang valid. Kata syafaat dalam al-Qur'an disebut sebanyak 31 kali yang tersebar di 26 surat dengan berbagai derivasi katanya (ishtiqaq). Menurut bahasa syafaat mengandung beberapa arti yaitu: menggabungkan sesuatu yang tunggal menjadi ganda, anak adam, yaum al-nahri, do'a, wasilah, menolong dan bani syafi'. Sedangkan menurut istilah syafaat berarti pemberian pertolongan atau bantuan dari orang atau benda yang memiliki derajat yang tinggi dan mulia kepada orang yang derajatnya lebih rendah supaya mendapat kebaikan dan menolak kemudaratan. Persoaan syafaat masih terus diperbincangkan oleh para ulama tentang apakah syafaat itu ada dan tidak adanya. Namun demikian hampir sebagian besar para ulama menyatakan bahwa syafaat itu ada nantinya di hari kiamat. Adapun golongan yang berpendapat syafaat itu ada adalah golongan Syi'ah dan Ahlussunah, sementara golonngan Mutazilah berpendapat tidak ada syafaat di akhirat, tentu dengan argumen mereka masing-masing. Keyakinan adanya syafaat melahirkan konsekuensi mengenai siapa pemberi, penerima dan yang tidak menerima syafaat. Adapun yang dapat memberi syafaat adalah, para malaikat, nabi, orang sholeh dan perbuatan baik tentu setelah mendapat izin dan ridho dari Tuhan. Dan yang menjadi kriteria dari pemberi Syafaat adalah diridhai dan dicintai oleh Allah swt dan adanya izin dari Allah swt. Sementara yang mendapat syafaat adalah mukmin yang berdosa. Sedangkan orang yang tidak mendapat syafaat sesuai dengan keterangan atau informasi dari al-Qur'an adalah: orang yang syirik, orang kafir, pengikut setan, orang zhalim, tidak percaya akan hari kemudian, dan orang yang mempermainkan agama.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: syafaat; Al-qur'an; penerima syafaat
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040303 Aqidah, Islamic Theology, Ilmu Kalam, and related science
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Dr Khairul Hamim
Date Deposited: 21 Jul 2022 00:17
Last Modified: 20 Aug 2022 02:48
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/1461

Actions (login required)

View Item View Item