Mozaik pemilihan umum: Esai-esai praktis komunikasi politik

Kadri, Kadri (2009) Mozaik pemilihan umum: Esai-esai praktis komunikasi politik. GGI, Mataram. ISBN 978-602-8487-41-2

[img]
Preview
Text (Buku)
270.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (815kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Perubahan regulasi politik di era reformasi antara lain telah mengubah sistem dan mekanisme politik di tanah air. Sistem dan proses pemilihan umum misalnya, sungguh menjadi kontestasi politik yang hinggar-bingar dengan beragam dinamika yang terjadi di dalamnya. Pemilu legislatif yang menggunakan sistem proporsional terbuka membuat setiap calon anggota legislatif terlihat kompetitif dalam bertarung. Hal ini berbeda dengan saat pemilu legislatif dengan sistem nomor urut kala zaman orde baru. Perbedaan yang sangat mencolok terlihat dalam pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden. Sistem dan proses politik yang mengharuskan pemilihan kepala daerah dan kepala negara (presiden) langsung oleh rakyat tentu sangat berbeda dengan tradisi sebelumnya (orde baru) yang hanya dipilih oleh segelintir anggota DPRD dan MPR .

Banyak dinamika demokrasi yang menyertai perubahan sistem dan proses politik di tanah air pasca suksesnya gerakan reformasi menumbangkan rezim orde baru. Buku ini merekam secara tertib setiap dinamika yang muncul di balik semua proses politik (khususnya dalam kontestasi politik pemilu) yang berlangsung dalam tahun politik (2013-2014). Dalam rentang waktu tersebut banyak kontestasi politik berlangsung, seperti pemilihan kepala daerah, pemilu legislatif, dan pemilah presiden. Oleh karena itu, buku ini dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian akademik (ilmiah) penulis terhadap setiap fenomena politik yang menyertai ketiga kontestasi politik tersebut.

Pemilihan Umum (pemilu) tidak sekedar menjadi pesta demokrasi dalam suatu bangsa dan daerah, tetapi juga menjadi wadah pendidikan politik. Politisi dan partai politik bisa melaksanakan tugasnya sebagai pendidik politik selama pemilu, dan rakyat dapat terus mengasah kedewasaan berpolitiknya lewat pemilu yang terus berulang. Namun sayang ekspektasi ideal tersebut belum maksimal terpenuhi. Setiap perhelatan pemilu (pilkada, pileg, dan pilpres) masih menyisahkan catatan “hitam” yang sedikit banyak menodai gawe demokrasi tersebut.

Berbagai perubahan regulasi pemilu ke arah yang lebih baik juga belum bisa menjamin terwujudnya pesta demokrasi yang ideal. Ragam perilaku dan dinamika yang diperlihatkan banyak kalangan selama pemilu menjadi indikator penting dalam menilai kualitas perhelatan politik lima tahunan tersebut.

Beragam perilaku dan aktivitas individu serta kelompok yang menyertai pemilu tersebut oleh buku ini dimaknai sebagai komunikasi politik. Semua aktivitas sadar yang diberi makna oleh setiap orang selama pemilu merupakan bentuk komunikasi politik yang selalu menarik untuk dicermati. Catatan-catatan kritis seputar pelaksanaan pemilu, perilaku aktor politik, rakyat, media massa di level lokal hingga nasional yang menyertai pemilu terekam dalam buku ini. Serpihan-serpihan realitas seputar pemilu tersebut telah diperkaya dengan perspektif teoritik sehingga tidak salah bila esai-esai praksis komunikasi politik ini laksana mozaik pemilu.

Masuknya perspektif teoritis dalam banyak esai yang ada dalam buku ini menjadikan setiap topik selalu menarik untuk dicermati. Kesederhanaan gaya bahasa buku ini mempermudah semua pembaca untuk mencerna pokok pikiran yang ada dalam setiap topiknya. Isi buku ini tidak mengenal “kedaluwarsa” karena topik yang tersaji adalah realitas seputar pemilu yang selalu terulang. Oleh karena itu tidak salah bila buku ini disebut sebagai “referensi sepanjang masa bagi para praktisi politik, aktivis, akademisi, dan siapa pun yang terlibat dalam pemilu.

Memang tidak mudah untuk merekam setiap peristiwa politik selama tahun politik. Lebih sulit lagi ketika penulis ingin mengkaitkan dan menganalisis berbagai dinamika yang menyertai kontestasi tersebut dengan konsep dan teori komunikasi politik agar ulasan dan refleksi penulis tidak “kering” dan “hambar”. Tantangan ini mengharuskan penulis untuk kosentrasi, cermat, dan tekun untuk mengikuti, memulai untuk mencoret, hingga mewujudknannya menjadi sebuah tulisan yang serius.

Karena begitu beratnya ikhtiar ini, penulis hampir putus asa dengan obsesi akademik ini. Namun keraguan tersebut hilang di saat penulis yakin bahwa buku ini tidak akan pernah “kedaluwarsa” walau memotret sebuah momentum yang terikat oleh waktu tertentu. Buku ini akan terus dapat dijadikan sebagai referensi sebab tiga kontestasi politik (pilkada, pemilu legislatif, dan pilpres) yang terrefleksi dalam buku ini adalah kontestasi yang selalu terulang, sehingga analisis dan kajian dalam buku ini akan selalu aktual untuk dijadikan sebagai referensi. Di samping itu, kehadiran dan keberadaan berbagai kalangan dengan keragaman kontribusinya membuat penulis makin semangat untuk mempersembahkan buku ini di hadapan pembaca.

Oleh karena itu sangat beralasan bila penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada berbagai kalangan yang telah memberi kontribusi atas hadirnya buku ini. Pertama, kepada seluruh mitra diskusi penulis seperti teman-teman aktivis, wartawan, dosen, dan mahasiswa saya ucapkan terima kasih. Ide-ide cerdas dan kritik konstruktif yang lahir saat kita diskusi telah menjadi amunisi penting bagi penulis untuk melengkapi isi buku ini. Semoga tradisi diskusi kita yang baik ini terus terawat.

Kedua, ucapan terima kasih disampaikan kepada editor, Dr. Fawaizul Umam, MA. Penulis sangat bersyukur atas kesediannya untuk menjadi editor buku ini. Beliau adalah seorang penulis yang saya kagumi karena tulisannya yang mengalir dan enak dikunyah serta kaya referensi. Oleh karena itu bukan hal yang berlebihan bila saya merasa bangga karena buku ini diedit dan diberi catatan oleh seorang penulis sehebat beliau.

Sebelum dan saat buku ini diedit tentu telah menghabiskan energi dan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu banyak momen lain yang harus dilewatkan dan terdapat sekian “kewajiban” sosial yang tidak bisa penulis jalani secara sempurna. Satu di antaranya adalah “perhatian” terhadap keluarga (anak dan istri) tidak bisa maksimal penulis persembahkan. Waktu mengurus dan bermain bersama anak dan istri harus terbagi karena penulis terkosentrasi untuk menulis dan menyelesaikan buku ini. Dukungan anak dan istri penulis telah menjadi faktor penting yang mempercepat penerbitan buku ini. Oleh karena itu ucapan terima kasih sangat pantas diberikan kepada anak-anak ku; Eky, Rida, Kayla, dan Najdah, dan istri-ku tercinta; Suhadah, M.Si. Buku ini kupersembahkan untuk kalian semua.

Tentu saja banyak lagi pihak yang terlibat dan berkontribusi dalam mewujudkan buku ini, yang namanya tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu. Kepada semuanya, penulis berikan apresiasi dan ucapan terima kasih, semoga kontribusi mereka tercatat sebagai amal jariah yang akan terus dikonversi sebagai pahala sepanjang pembaca mendapatkan manfaat dari buku ini. Amin…

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords (Kata Kunci): pemilihan umum; komunikasi politik; Kepala Daerah
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180104 Civil Law and Procedure
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200103 International and Development Communication
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Nur aeni S.IPI
Date Deposited: 25 Jun 2019 17:49
Last Modified: 25 Jun 2019 17:49
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/270

Actions (login required)

View Item View Item