Mareta, Mira (2016) Resoining pengembangan inklusif: menuju pendidikan insklusif-humanis religius. In: Pendidikan islam multidisipliner. Sanabil, Mataram, pp. 211-228.

[img] Text (Book Section)
Text_Compressed.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

INDONESIA Ada tiga sasaran utama pembangunan pendidikan Islam, yaitu : peningkatan dan pemerataan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; dan peningkatan tata kelola dan pencitraan pendidikan. Peningkatan dan pemerataan akses inilah sebagai dasar bagi madrasah untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas pendidikan Islam sehingga dapat diikuti seluas mungkin masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, budaya, intelegensia, geografi dan gender. Dasar inilah yang memperkuat alasan, bahwa tidak ada alasan untuk madrasah tidak menyelenggarakan pendidikan inklusif. Model pendidikan inklusi sesungguhnya paling ideal diterapkan bagi anak dengan atau tanpa kebutuhan khusus. Lingkungan belajar dari model pendidikan itu, dengan sendirinya, dapat merangsang anak normal untuk berempati terhadap anak difabel. Sebaliknya, semangat anak difabel akan terpacu untuk berprestasi meski di tengah keterbatasan. Pendidikan inklusi pada gilirannya sebagai ikhtiar dalam rangka membangun budaya belajar bersama (cooperative learning) bukan persaingan belajar (competitive learning) yang sering kali tidak sesuai dengan hakikat pendidikan. Pendekatan pendidikan inklusif berbasis humanis-religius dapat menjadi pilihan yang tepat sebagai ideologi pendidikan inklusif, karena dengan penguatan paradigma ini akan dihasilkan sebuah internalisasi nilai yang hendak dibangun dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif. Humanisme dalam pendidikan adalah proses pendidikan yang lebih memerhatikan aspek potensi manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk religius, abdullah dan khalifatullah, serta individu yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengembagkan potensi-potensinya. Humanisme dimaknai sebagai kekuatan atau potensi individu (termasuk di dalamnya adalah anak berkebutuhan khusus) untuk mengukur dan mencapai ranah ketuhanan dan penyelesaian permasalahan-permasalahn sosial. Istilah pendidikan humanistik juga sering digunakan secara bergantian dengan istilah pendidikan afektif. Ada beberapa alasan kenapa pendidikan inklusif harus berbasis humanis religius? Alasannya karena; pertama, keberagamaan yang cenderung menekankan hubungan vertikal dan kesemarakan ritual (particular religious), hal ini ditandai dengan keberagamaan di Indonesia lebih menekankan kesalehan ritual daripada kesalehan sosial, sebaliknya sentiment keagamaan atau pengalaman keagamaan (religious experience) universal yang meliputi nilai-nilai kritis dan substansi dasar agama, seperti nilai-nilai Islam; al ‘adalah (keadilan), al-musawwah (egalitarian), asy-syuroo (musyawarah), dan alhurriyatul ikhtiyar (kebebasan memilih) dalam konteks hifdzul maal (perlindungan harta), hifdzul nafs (perlindungan jiwa), hifdzul din (perlindungan agama), hifdzul aql (perlindungan akal), dan hifdzul nasl (perlindungan keturunan) belum mendapat tempat yang tepat dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Kedua, potensi peserta didik belum dikembangkan secara proporsional; pendidikan belum berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia atau penyelenggaraan pendidikan belum bersifat individual-oriented. Dan Ketiga, kemandirian peserta didik dan tanggung jawab (responsibility) masih jauh dalam capaian dunia pendidikan, padahal itu merupakan tujuan akhir dari hakikat pendidikan. Dan Keempat, landasan pendidikan inklusif juga tertuang dalam alqur’an surat an-nuur ayat 61 dan surat abasa 1-13.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: pendidikan inklusi; resoining; humanis-religius
Subjects: 13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130211 Religion Curriculum and Pedagogy
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Jurusan Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Yunita Lestari S.Adm, M.Sos
Date Deposited: 09 Feb 2021 03:38
Last Modified: 11 May 2021 05:41
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/275

Actions (login required)

View Item View Item