Jejak-jejak arkeologi islam di Lombok

Jamaluddin, Jamaluddin (2019) Jejak-jejak arkeologi islam di Lombok. Sanabil, Mataram. ISBN 978-623-7090-25-0

[img] Text (Buku)
309.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA:

Tulisan ini menguraikan tentang jejak-jejak Islam di Lombok, yang menggunakan ilmu arkeologi sebagai pendekatannya. Buku ini berawal dari hasil penelitian yang pernah peneliti lakukan beberapa tahun yang lalu, dua tempat yang pernah dijadikan sebagai lokasi penelitian yaitu Rembitan dan Selaparang. Situs-situs di kedua tempat tersebut yang akan dihadirkan dalam buku ini. Tentu kedua tempat ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi, karena itu menjadi sangat penting untuk diketahui dalam kesejarahan Lombok khususnya dan Indonesia secara umum.

Baik Rembitan maupun Selaparang yang dipilih sebagai kajian dalam buku ini, tentu dengan pertimbangan tersendiri. Rembitan memiliki tinggalan arkeologi yang khas. Tinggalan arkeologis tersebut merupakan simbol- simbol keagamaan di Lombok Selatan. Temuan-temuan di Rembitan menunjukkan bahwa di Lombok Selatan pada masa awal-awal perkembangannya, Islam pernah maju dan menemukan peradabannya. Rembitan termasuk salah satu pusat pengajaran Islam ketika itu, Rembitan (termasuk Pujut di dalamnya) di Lombok Selatan merupakan gerbang bagi bertemunya para ulama dari Jawa atau daerah lainnya di wilayah tengah pantai selatan. Seiring dengan tumbangnya kekuasaan kerajaan Islam di Lombok pada pertengahan abad ke-18, maka Islam yang ada di Pujut dan Rembitan ini juga mengalami kemunduran, yang berakibat pada tidak terjadinya transformasi keilmuan Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Demikian juga halnya dengan Selaparang, situs- situs yang merupakan jejak kerajaan Islam di Lombok. Selaparang adalah sebuah kerajaan Islam tertua di Lombok. Di Desa Selaparang terdapat beberapa komplek pemakaman kuno, masing-masing dikenal dengan dengan sebutan Makam Selaparang, Makam Tanjung, dan Makam Pesabu’an, ketiganya merupakan situs-situs dari makam raja-raja Selaparang. Melihat bentuk makam dan nisannya, dapat dipastikan bahwa yang dimakamkan adalah tokoh- tokoh yang berpengaruh. Ketiga situs tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam buku ini

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords (Kata Kunci): arkeologis; Kerajaan Islam; perkembangan Islam
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2101 Archaeology > 210103 Archaeology of Asia, Africa and the Americas
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Tadris Ilmu Pendidikan Sosial
Depositing User: Nur aeni S.IPI
Date Deposited: 03 Jul 2019 06:02
Last Modified: 16 Jun 2020 08:48
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/309

Actions (login required)

View Item View Item