Wahid, Abdul Bima: dana, dou, dan rawi Mbojo. Working Paper. UIN Mataram. (Unpublished)

[img] Text (Artikel)
Text.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (461kB)

Abstract

INDONESIA Supaya tidak timbul salah pengertian, perlu dijelaskan mengenai dualisme nama Bima dan Mbojo, dua penyebutan yang populer dan bergantian digunakan oleh masyarakat Bima sendiri atas daerah mereka. Bima adalah sebutan dan nama dari wilayah administrasi Kabupaten Bima dan Kota Bima di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dua daerah ini pada masa lampau adalah satu kesatuan dalam cakupan Kesultanan Bima, kemudian menjadi daerah Swapraja Bima pasca-kemerdekaan, serta Kabupaten Bima yang pada tahun 2002 mengalami pemekaran di mana salah satu dari kecamatannya (RasanaE) menjadi Kota Bima. Sementara itu, Mbojo adalah konsep etnisitas yang mencakup manusia dan budaya yang berbasis Bahasa Bima, meliputi kedua wilayah administrasi di atas, serta Kabupaten Dompu yang terletak di Pulau Sumbawa bagian tengah. Di kalangan masyarakat Bima sendiri terdapat anggapan bahwa nama Bima adalah nama resmi dalam bahasa Indonesaia, sementara nama Mbojo adalah terjemahannya dalam bahasa Bima. Hal ini bisa dipahami dalam konteks Bima masa lampau sebelum terbagi-bagi ke dalam wilayah administrasi yang berbeda.

Item Type: Monograph (Working Paper)
Uncontrolled Keywords: dana; dou; rawi Mbojo; adat
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220407 Studies in Religious Traditions (excl. Eastern, Jewish, Christian and Islamic Traditions)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Jurusan Sosiologi Agama
Depositing User: Yunita Lestari S.Adm, M.Sos
Date Deposited: 01 Mar 2021 02:45
Last Modified: 01 Mar 2021 03:53
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/340

Actions (login required)

View Item View Item