Wahid, Abdul Aksiologi: titik temu sains dan (pikiran) keagamaan. Working Paper. Universitas Islam Negeri Mataram. (Unpublished)

[img] Text (Artikel)
Text.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA Dalam ranah aksiologi, sains dan agama bisa bertemu, berdialog, bahkan bergandengan tangan dalam memandu manusia berinteraksi dengan alam dan lingkungan sosial budayanya. Ilmu dan agama memiliki orientasi yang sama, yakni membantu manusia menjalani hidupnya di dunia. Untuk maksud baik itu, sains dan agama sama-sama menggali, mengais, membagi, dan mengembangbiakkan kebenaran, meskipun sifat dan hakekat kebenaran (ontologi) dan cara kerja (epistemologi) dari keduanya berbeda. Kebenaran sains bersifat empiris dan dibuktikan dengan cara menyusun hukum-hukum alam, sedangkan kebenaran agama bersifat metafisik dan diterima melalui keyakinan yang mendalam akan hukum-hukum Tuhan dari langit (wahyu). Meskipun kelihatan berbeda dalam sifat ontologi dan cara kerja epistemologinya, namun seringkali antara sains dan agama berkolaborasi, bersenyawa, sampai pada titik di mana tidak bisa dibedakan lagi mana sains mana agama. Sains bisa menopang keyakinan agama (bisa juga menggoyahkan), bisa menjabarkan dan mengoperasionalisasikan pesan-pesan universal keagamaan. Agama juga bisa memberi inspirasi, menunjukkan jalan, bahkan bekerjasama dengan sains dalam mengeksplorasi kebenaran meskipun kemudian visi dan bahasa untuk mengemas kebenaran yang ditemukan bersama itu berbeda-beda. Era kolaborasi sains dan agama bisa melahirkan peradaban besar seperti terbukti dari peradaban-peradaban Timur, meskipun juga perpisahan antara keduanya bisa membangkitkan peradaban Barat. Fungsi membangun atau meruntuhkan dari kerjasama keduanya sangat tergantung kepada bagaimana pola hubungan antara keduanya. Ketika keduanya dibingkai oleh ideologi keduanya cenderung instrumental (Habermas) dan mengabdi kepada kepentingan tertentu, bukan mengabdi kepada kemanusiaan universal sebagaimana kalau sains dan agama dibebaskan dari belenggu-belenggu kepentingan, terutama kepentingan-kepentingan yang bersifat materialistik (periksa kembali kritik Habermas kepada Marxisme dan positivisme).

Item Type: Monograph (Working Paper)
Uncontrolled Keywords: sains; pikiran; agama; aksiologi
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Jurusan Sosiologi Agama
Depositing User: Yunita Lestari S.Adm, M.Sos
Date Deposited: 01 Mar 2021 02:52
Last Modified: 01 Mar 2021 03:24
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/342

Actions (login required)

View Item View Item