Nuruddin, Nuruddin (2020) Konflik sosial keagamaan dimasa pandemi covid - 19. * azizahlutfatul@gmail.com SANGKÉP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 4 (1). pp. 94-108. ISSN p - ISSN: 2654 - 6612 e - ISSN: 2656 - 0798

[img] Text (Artikel Jurnal)
Konflik Sosial Keagamaan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (254kB)
[img] Text (Peer review)
PEER REVIEW (Koflik Sosial Keagamaan).pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (515kB)

Abstract

INDONESIA Konflik sosial keagamaan dimasa pandemi Covid 19 yang terjadi karena dianggap tidak efektifnya kebijakan pemerintah yang menerapkan social distancing dan physical distancing untuk menjawab persoalan sosial keagamaan masyarakat. Maklumat MUI NTB No 14 tahun 2020 sebagai landasan hukum pemberlakuan social distancing dan physical distancing mengalami pergolakan yang sangat besar dikalangan masyarakat NTB, Lo bok khususnya menunjukkan terjadinya konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data sosial observasi tidak langsung, wawancara online dan dokumentasi secara online. Untuk analisis konflik kerangka teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik , guna menjelaskan akar konflik yang terjadi. Alat analisis yang digunakan adalah alat analisis ‘bawang merah’ dari Simon Fisher. Penelitian ini menemukan ketidak konsistensian MUI NTB dalam merespon pandemi Covid 19 dalam praktik - praktik keagamaan. Penelitian ini juga menemukan konflik yang terjadi berbentuk konflik realistis atau konflik yang terjadi karena ketidak sepahaman diantara masing - masing aktor konflik. Interpretasi berbeda terhadap maklumat MUI NTB yang dipengaruhi situasi sosial masing - masing aktor menjadi objek utama konflik. Penyelesaian yang dapat diupayakanpun tergantung bentuk konflik yang terjadi yakni konflik realistis diselesaikan dengan dialog dan musyawarah The religious social conflict in the COVID - 19 pandemic, occurred because it was considered ineffective by government policies that implemented social distancing and physical distancing to respond religious problems of the community. The NTB MUI's Decree No. 14 of 2020 for the implementation of social distancing and physical distancing experienced a huge upheaval among the people of NTB, Lombok in particular showing the occurrence of conflict. This study uses qualitative methods with indirect observation, interview and documentation to techniques collection data’s. For conflict analysis, the theoretical framework used is symbolic interactionism, in order to explain the root of the conflict. The analytical tool used is the 'onion' analysis tool from Simon Fisher. This study found inconsistencies in Degree of NTB's MUI in responding to the COVID 19 pandemic in religious practices. This study also found conflicts that occurred in the form of realistic conflicts. Therealistic conflicts disagreement between each conflict actor. Different interpretations of the Degree NTB’s MUI notice that are influenced by the social situation of each actor are the main objects of conflict. The solution that can be sought depends on the form of the conflict, which is a real istic conflict that is resolved through dialogue and deliberation.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: eligious social, conflict, covid - 19; sosial keagamaan, konflik, covid - 19
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1608 Sociology > 160805 Social Change
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Jurusan Sosiologi Agama
Depositing User: mrs Nuraeni S.IPi
Date Deposited: 29 Jul 2021 08:04
Last Modified: 20 Aug 2021 04:27
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/546

Actions (login required)

View Item View Item