Islam, historical representation and muslim autobiography in the Indonesian new order

Nasir, Moh. Abdun (2011) Islam, historical representation and muslim autobiography in the Indonesian new order. Studia Islamika, 18 (01). pp. 67-100. ISSN ISSN 0215-0492; E-ISSN: 2355-6145

[img]
Preview
Text (Journal article)
Islam Historical Representation and Muslism Autobiography.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview
[img] Text (Plagiarisme checker result)
Islam Historical Representation-Studia Islamika Journal plagiarisme checker result.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)
[img] Text (Peer review)
Islam Historical Representation-Studia Islamika peer Review.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)
[img] Text (Correspondence)
Islam Historical Representation-Studia Islamika correspondence.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (177kB)
Official URL: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/studia-islam...

Abstract

Artikel ini menjelaskan representasi Islam dalam buku sejarah resmi Indonesia yang disusun oleh Pemerintah Orde Baru (1967-1998). Buku tersebut berjudul Sejarah Nasional Indonesia (SNI), terdiri dari enam jilid dn terbit pada tahun 1977. Edisi revisi volume enam dan tambahan volume tujuh muncul pada tahun 1993. Keseluruhan volume mencakup periode awal sejarah pra-Indonesia sampai perkembangan terbaru negara di mana volume terakhir selesai ditulis.
Meski ditujukan oleh rezim sebagai sejarah nasional, SNI tidak selalu berisi narasi yang mengakomodasi secara jujur actor-aktor non-negara, suara rakyat, dan sejarah local. Banyak narasi sejarah yang disembunyikan, khususnya dalam narasi Islam dan umat Muslim. Memang, di satu sisi, rezim Orde Baru mengakomodasi Islam dalam sejarah resmi, mengakui kedatangan Islam di Nusantara pada abad ketiga belas dari Timur Tengah dan Asia Selatan. SNI juga menjelaskan secara rinci penyebaran Islam dan dinamikanya sebagai kekuatan social-keagamaan seperti yang diperlihatkan oleh kerajaan-kerajaan Islam di seluruh Nusantara sampai akhir abad kesembilan belas. Namun, di sisi lain, diskripsi perlawanan Islam dan Muslim terhadap colonial, khususnya selama perang revolusi kemedekaan dan perjuangan nasional pada pertengahan abad ke dua puluh, secara signifikan terbatas.
Dengan demikian, sejarah resmi Orde Baru melalui buku SNI merepresentasikan Islam ke dalam dua model yang berbeda: akomodatif dan selektif. Pendekatan akomodatif menerima integrase Islam dalam sejarah negara karena Islam, khususnya dalam sejarah pra-Indonesia, dipajami sebagai bagian yang tak terpisahkan dari bangsa yang memainkan peran penting dalam menghubungkan Nusantara denagn seluruh dunia dan dalam mempertahankan Nusantara dari hegemoni politik dan ekonomi Eropa. Sedangkan pendekatan selektif bertujuan untuk membatasi visibilitas Islam selama masa perjuangan kemerdekaan dan seterusnya karena periode ini diklaim secara eksklusif sebagai narasi rezim. Historiografi, dengan demikian, dipergunakan sebagai alat untuk membungkam narasi-narasi tertentu dan merekonstruksi masa lalu dalam perspektif rezim. Jika pendekatan pertama terbuka bagi representasi Islam yang seimbang, yang terakhir cenderung untuk memilih secara sewenang-wenang sumber-sumber yang sesuai dengan ideologi negara.
Padahal sejarah memperlihatkan kontribusi penting umat Islam dan komunitas pesantren selama masa revolusi. Oleh karena itu, mereka berusaha untuk merepresentasikan diri mereka dalam sejarah. Otobiografi muncul sebagai counter terhadap narasi negara, seperti yang ditunjukkan karya-karya Saifudin Zuhri (1919-1986). Zuhri, yang terlibat dalam perang kemerdekaan, jurnalis, dan mantan Menteri agama dari latar belakang Muslim tradisionalis, menulis dua otobiografi, Guruku Orang-orang Pesantren (1974) dan Berangkat dari Pesantren (1987). Kedua otobiografi tersebut merupakan sumber-sumber sejarah alternative untuk studi Islam Indonesia di zaman modern karena sumber-sumber ini mengandung narasi yang tak diceritakan dalam sejarah resmi. Lebih jauh, kedua otobigrafi menawarkan narasi mengenai partisipasi Islam dalam perjuangan kemerdekaan dan berbagai momen historis penting yang coba didominasi oleh sejarah resmi.
Sebagai orang yang berasal dari pesantren, hidup melalui periode akhir kolonialisme, menyaksikan era perang, konflik, ketidakstabilan dan kesulitan ekonomi, Zuhri merasa bahwa sejarah nasional tidak mengatakan yang sebenarnya. Apa yang dia lihat dan alami sepanjang era ini berbeda dari narasi resmi. Lembaga pesantren di mana dia dibesarkan, belajar, dan memulai hidupnya tidak muncul dalam sejarah. Dengan demikian, menulis otobiografi bagi Zuhri tidak hanya berarti merepresentasikan dirinya, tetapi lebih penting, merepresentasikan orang-orang yang dia piker berhak untuk dikenang. Otobiografi bertujuan untuk mengingat mereka yang tak pernah dicatat dan mendengar mereka yang tak pernah terdengar dalam sejarah.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords (Kata Kunci): Indonesian Muslims, Muslim Autobiography, Indonesian New Order, Orde Baru, otobiografi muslim.
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2202 History and Philosophy of Specific Fields > 220207 History and Philosophy of the Humanities
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040307 Islamic History
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis islam
Depositing User: rika kurniawaty M.Hum
Date Deposited: 09 Jan 2020 12:54
Last Modified: 04 Jun 2020 08:12
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/555

Actions (login required)

View Item View Item