Mujib, Lalu Supriadi Bin Peta dakwah majelis ulama Indonesia Nusa Tenggara Barat. Sanabil, Mataram. ISBN 978-602-6223-55-5

[img] Text (Buku)
PetaDakwahMajelisUlamaIndonesiaNusaTenggaraBarat.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)
[img] Text (Peer Review)
Peta Dakwah Majelis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Barat.pdf - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA Dakwah berarti mengajak, memanggil, menyeru, mengharap sekaligus permohonan kepada manusia agar senantiasa berada pada jalan lurus (shirath al-mustaqim). Term ini sering diberi arti yang sama dengan istilah tabligh, amar ma’ruf-nahi munkar, mauizhoh hasanah, tabsyir, inzhar, washiyah, tarbiah, ta’lim dan khotbah. Pada tataran empirik, parktek dakwah harus mengandung tiga unsur, yaitu penyampai pesan, informasi yang disampaikan, dan penerima pesan. Namun dakwah secara terminologi mengandung pengertian yang lebih luas, yaitu sebagai aktivitas menyampaikan ajaran Islam, menyuruh berbuat baik, dan mencegah perbuatan mungkar, serta memberi kabar gembira dan peringatan bagi manusia. “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Q.S. Yusuf [12]: 108) Berdasarkan penjelasan ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa dakwah pada dasarnya adalah suatu upaya manusia dan untuk kepentingan manusia pula dalam kerangka mewujudkan nilai-nilai dasar keislaman dalam realitas kemanusiaan di mana kemaslahatan bagi semua menjadi tujuannya. Nilai-nilai dimaksud adalah apa yang lazim diistilahkan sebagai major themes of Islam, yakni ketuhanan (tawhîd), keadilan (al-‘adâlah), egaliterianisme (al-musâwah), kebebasan (al-hurriyah), kebaikan (al-khayr), musyawarah (al-syûrâ), dan amr ma‘rûf nahiy munkar. Makna dakwah sebagai seruan atau ajakan persuasif nan ramah itu relevan dengan metode dakwah yang dilansir dalam surat al-Nahl. Secara eksplisit ayat tersebut mendiskripsikan tentang strategi metode dakwah, yaitu diperintah untuk “mengajak” manusia ke dalam jalan kebenaran dengan tiga cara, yaitu: pertama, mengetengahkan al-hikmah; kedua, menyampaikan al-maw‘izhah al-hasanah; dan ketiga melakukan mujâdalah (dialog) dengan cara terbaik. Adapun tujuan dakwah secara umum adalah mengubah perilaku sasaran dakwah agar mau menerima ajaran Islam dan mengamalkannya dalam tataran kehidupan sehari-hari, baik yang bersangkutan dengan masalah pribadi, keluarga, maupun sosial kemasyarakatannya, agar terwujud kehidupan yang penuh dengan keberkahan dan mendapat keselamatan di dunia atau pun akhirat.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: islam wasathiyah; peradaban dunia
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040308 Islamic Studies not elsewhere classified
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220407 Studies in Religious Traditions (excl. Eastern, Jewish, Christian and Islamic Traditions)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Dr Lalu Supriadi
Date Deposited: 23 Nov 2021 07:45
Last Modified: 03 Dec 2021 08:27
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/698

Actions (login required)

View Item View Item