Ridho, Abdul Rasyid (2021) Peran komunikasi profetik dalam mewujudkan masyarakat madani perspektif Al-Qur’an. el-Umdah journal, 4 (2). pp. 139-158. ISSN P-ISSN: 2623-2529 E-ISSN: 2714-5573

[img] Text (Artikel Jurnal)
4225-Article Text-11916-1-10-20211230.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (337kB)

Abstract

INDONESIA Komunikasi profetik merupakan komunikasi yang mengacu kepada pola komunikasi kenabian Muhammad Saw. sarat dengan nilai egaliter, toleransi, kelembutan, kemurahan, dan nilai spiritualitas. Paradigma ini merupakan pengembangan dari konsep ilmu sosial profetik (ISP) yang pernah digagas oleh ilmuan Islam kontemporer yakni Kuntowijoyo yang terinspirasi dari Q.s. A<li Imra>n/3:110. Teori ini mengkonstruksikan transformasi sosial yang mengedepankan nilai ketuhanan dan kenabian melalui pertalian antara humanisasi, liberasi, dan transendensi terhadap realitas yang dehumanis. Peneliti menganalisis dan membuktikan dalam sejarah pembentukan masyarakat madani, ternyata terbentuknya masyarakat Madinah menjadi masyarakat madani merupakan hasil dari peran dari praktik pola komunikasi profetik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. baik dari dimensi humanisasi, liberasi dan transendensi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dan metode penafsiran menggunakan metode tafsir maudhu>’i> (tematik). Sedangkan pendekatan yang dipakai adalah historical analysis (analisis sejarah), discourse analysis (analisis wacana), hermeneutik. ENGLISH Prophetic communication is communication that refers to the communication pattern of the prophet Muhammad SAW. loaded with egalitarian values, tolerance, gentleness, generosity, and spiritual values. This paradigm is a development of the concept of prophetic social science (ISP) which was initiated by a contemporary Islamic scientist, namely Kuntowijoyo who was inspired by Q.s. A<li Imra>n/3:110. This theory constructs a social transformation that emphasizes the values of divinity and prophethood through the relationship between humanization, liberation, and transcendence to dehumanist reality. Researchers analyze and prove in the history of the formation of civil society, it turns out that the formation of the Medina community into a civil society is the result of the role of the practice of prophetic communication patterns carried out by the Prophet Muhammad. both from the dimensions of humanization, liberation and transcendence. The research method used is a qualitative method, and the interpretation method uses the maudhu>'i> (thematic) interpretation method. While the approach used is historical analysis (historical analysis), discourse analysis (discourse analysis), hermeneutics.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: komunikasi profetik; masyarakat madani; al-qur’an
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040301 Al-Quran, Tafsir and related science
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Dr Abdul Rasyid Ridho
Date Deposited: 16 Jan 2022 17:14
Last Modified: 16 Jan 2022 17:14
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/819

Actions (login required)

View Item View Item