Jumarim, Jumarim (2016) Berebut Akses Menuju Surga (relasi render dalam ritual keagamaan di lombok). Jurnal Penelitian Keislaman, 12 (2). pp. 211-222. ISSN 1929-6491 (In Press)

[img] Text
4-Jurnal Peneltiian Keislaman_12-2-2016 (1).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (18MB)
[img] Text
Jumarim_Penelitian Keislaman_Berebut _Peer 1.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (47kB)
[img] Text
Jumarim_Penelitian Keislaman_Berebut _Peer 2.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (46kB)

Abstract

INDONESIA Sepanjang sejarah kemanusiaan agama adat negara selalu menjadi panggung sosialisasi dan intemalisasi bias gender dalam bingkai budaya patriarki, sekalipun, Menurut Nasaruddin Umar, al-Qur'an memiliki perspektif ke arah kesetaraan dan keadilan gender. Masyarakat Sasak, dalam meniti hidup dan kehidupan tak terhindar untuk melaksanakan seremoni dan ritual keagamaan, minimal sebanyak 8 kali dalam bentuk begawe, baik begawe pati maupun begewe urip. Apapun bentuk, jenis dan cakupan begawe dalam tradisi Sasak, mesti diawali dan diakhiri dengan proses ritual keagamaan berupa tahlilan, syarakalan dan do'a. Setiap ritual keagaman pada masyarakat Sasak, dikonstniksi secara sosial sebagai wilayah sakral, sehingga rnembat asi pelakunya hanya bagi pihak yang memiliki jenis kelamin laki-laki dan mengebirikan jenis kelamih lainnya perempuan. Padahal dari sisi potensi dan keterampilan emperik, perempuan senantiasa mampu menjalankan apapun bentuk dan jenis peran yangg selama ini dikonstruksi sebagai wilayah yang hanya terjangkau oleh pihak laki-laki, terutama dalam domain agama atau wilayah sosial yang berdimensi ritual keagamaan, Penelitian yang membangun-kan kualitatif deskriptif tentang peran majelis taklim Miftahul Jannah menunjukkan adanya pergeseran dan perebutan wilayah dengan aksi yang ditopang skill keagamaan dah moral terpuji dan istikamah, sehingga dipercaya publik untuk menjadi pemeran utama dalam beragam jenis sosial-budaya berdimensi ritual keagamaan di Matarani dan sekitarnya, Bahkan, di tangan perempuan, pelaksanaan ritual keagamaan menernukan kekayaan maknanya, di luar seremoni, yaitu, ketaatam kepada Allah (ibadah), kesetiaan kepada sumai dan orangtua (berdoa), refreshing dari kepenatan urusan dorriestik dan bahkan memiliki dimensi ekonomis sekaligus.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: ritual keagamaan; persamaan gender; keadilan gender; ruang domestik
Subjects: 13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130308 Gender, Sexuality and Education
17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170105 Gender Psychology
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200205 Culture, Gender, Sexuality
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Ilmu Falaq
Depositing User: Raden . Jie
Date Deposited: 20 Jan 2022 03:12
Last Modified: 15 Feb 2022 00:51
URI: http://repository.uinmataram.ac.id/id/eprint/873

Actions (login required)

View Item View Item